Mana yang Teroris?

Salah kedhadhen Barangkali ungkapan itu layak disandang bangsa Indonesia saat ini. Khususnya dalam menanggapi persoalan terorisme. Makna terorisme "disunat" hanya menjadi bom-mengebom. Padahal menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), terorisme adalah teror merupakan usaha menciptakan ketakutan, kengerian, dan kekejaman oleh seseorang atau golongan.

Dan pelakunya disebut teroris. Berdasarkan definisi tersebut, siapapun orangnya, lembaganya ataupun institusinya yang menciptakan ketakutan, kengerian dan kekejaman dapat disebut teroris.

Dan kengerian, kekejaman atau ketakutan tidak hanya diakibatkan oleh ledakan bom semata. Bisa jadi, ketakutan, kengerian atau kekejaman itu disebabkan oleh misalnya mahalnya biaya pendidikan, mahalnya biaya pelayanan kesehatan, minimnya lapangan kerja, atau mahalnya sandang-pangan.

Dan pihak yang menyebabkan semua itu terjadi pantas disebut teroris. Tak peduli ia pemerintah, institusi agama, institusi politik atau institusi apapun. Dan Ia pantas dihukum.
"menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), terorisme adalah teror merupakan usaha menciptakan ketakutan, kengerian, dan kekejaman oleh seseorang atau golongan. Dan pelakunya disebut teroris."

jadi bagaimana menurut teman-teman? . salam !


@Ikatan Mahasiswa Bantul 2018 | Template By Oddthemes