Dimana Para Pemuda?

Ke mana para pemuda (mahasiswa)? Pertanyaan inilah yang nampaknya patut di lontarkan terhadap eksistensi mahasiswa sekarang. Sebab, ditengah carut marutnya situasi kebangasaan belakangan ini, suara mahasiswa justru nyaris tidak terdengar. Mahasiswa seolah hilang dari peredaran ditengah gegap gempita dan pengapnya kondisi bangsa yang semakin amburadul. Ketika ibu pertiwi sedang terkoyak mereka justru terkesan tiarap. Apakah mereka sekarang memang sudah terlanjur enjoy dan larut dalam ritualitas formal akademik kampus ataukah memang sudah bosan untuk menyerukan gagasan gagasan perubahan dan semangat idealisme dihadapan para penguasa penguasa korup?


Apakah mereka telah putus asa dengan situasi negara dan bangsa yang semakin memuakkan dan tak karuan ini sehingga saking muaknya maka cukup bilang “ I don’t care, yang penting kuliah, kemudian lulus, dapat ijazah dan kerja”. Mahasiswa sudah sering diamini sebagai aktor intelektual, agen perubahan sosial, makhluk akademis, manusia idealis, pelopor perubahan, dan sederet gelar “mentereng” lainnya. Mahasiswa bukanlah manusia bermental bebek, sipenurut setia dan percaya begitu saja, yang hanya mampu mengucapkan “Yes... Bos”! mahasiswa juga bukan aktifis gincu yang suka berteriak, “REVOLUSI!!!” tapi setelah itu duduk dikursi empuk sembari menghisap cerutu dan meneggak whiski.

Mahasiswa adalah mitra dan sekaligus pejuang tangguh bagi masyarakat kecil ketika hak-hak mereka dilanggar oleh para penguasa. Mahasiswa adalah generasi generasi “tercerahkan” yang senantiasa peka terhadap problematika bangsanya. Oleh karena itu patut dipertanyakan kembali, dimanakah suara dan geliat mahasiswa di tengah persoalan bangsa yang terus menumpuk tanpa ada jaminan penyelesaian yang jelas dari pihak penguasa seperti sekarang ini!

Dimanakah engkau para Mahasiswa?


Dikutip dari buku Pemuda Cinta Tanah Air terbitan matapena institute halaman 176

@Ikatan Mahasiswa Bantul 2018 | Template By Oddthemes