DRAMA DJOKO TJANDRA

 DRAMA DJOKO TJANDRA

Penulis : Muhammad Ahkam Al-Aziz


Sumber gambar : https://kumparan.com/


            Djoko Soegiarto Tjandra atau akrab dikenal Djoko Tjandra. Ia merupakan buronan kasus korupsi Cessie Bank Bali tahun 1999 yang mana merugikan negara sebanyak 900 milliar. Djoko Tjandra sendiri dikenal karena kegesitannya dalam pelarian kasus hukum yang melibatkannya. Pada tahun 2009, sehari sebelum vonis hukumnya, Ia berhasil kabur ke Papua Nuginie untuk menghilangkan jejaknya.

Kini setelah 11 tahun pencariannya, Djoko Tjandra kembali menggegerkan Masyarakat Indonesia. Pada awal Bulan Juni kemarin, Ia berhasil masuk Indonesia tanpa terendus pihak Ditjen Imigrasi. Tentunya hal ini merupakan suatu keanehan dan menimbulkan ketidakpuasan terhadap kinerja Ditjen Imigrasi negara kita. Ditjen Imigrasi yang seharusnya menjadi garda terdepan keluar masuknya orang ke Indonesia pada saat ini malah kecolongan, entah kecolongan atau memang sengaja agar dicolong, hehe.

Tidak hanya sampai situ saja, Djoko Tjandra kembali berulah dengan berhasil membuat e-KTP di Kelurahan Grogol Selatan. Tentunya keanehan kembali muncul, bagaimana orang yang sudah menjadi buronan dan sudah berwkewarganegaraan Papua Nuginie bisa dengan mudah dan hanya membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit saja untuk membuat e-KTP. Selanjutnya, Djoko Tjandra membuat kehebohan lagi dengan berhasil mengajukan Peninjauan Kembali untuk kasusnya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Selain itu, Ia membuat pasport dan berhasil mendapatkan surat jalan dari pihak Mabes Polri. Penerbitan surat jalan yang dilakukan Mabes Polri tentunya menimbulkan pertanyaan kembali pada benak masyarakat, bagaimanakah bisa institusi yang seharusnya menegakkan hukum, ini kok malah memainkan hukum di negaranya sendiri. Lagi lagi agar sengaja dicolong, hehe.

Setelah kasus ini viral di media, barulah pihak-pihak yang tercatut diatas menanggapinya. Tanggapannya pun beragam, dari Polri langsung memberhentikan Brigjen Pol Prasetijo Utomo yang mana Ia menandatangani surat jalan yang diterbitkan Mabes Polri. Setelah itu, Pemprov DKI Jakarta juga memberhentikan Lurah Grogol Selatan yaitu Asep Subahan.

Menurut Saya kasus Djoko Tjandra ini bak gunung es, yang mana kasus ini hanya puncaknya saja dan masih ada dibawahnya kasus-kasus besar lain yang belum terungkap. Kasus ini tentunya perlu diungkap dan diusut sampai tuntas, jangan sampai hanya berhenti pada pencopotan satu dua orang saja. Saya yakin banyak sekali oknum yang "bermain" didalamnya sehingga Djoko Tjandra dapat dengan mudah melenggang bebas. Selain itu, untuk membuktikan keseriusan dalam menangani kasus ini, pemerintah minimal harus berhasil menangkap sosok Djoko Tjandra. Semoga artikel ini dapat membuka pikiran kita bahwa penegakan hukum di negeri ini sedang tidak baik-baik saja. Lantas drama apa lagi yang akan dibuat Djoko Tjandra? Patut kita tunggu bersama.

 

-SEKIAN-

@Ikatan Mahasiswa Bantul 2018 | Template By Oddthemes